Cradle Cap pada Bayi: Penyebab, Cara Membersihkan, dan Pencegahannya

Rivani Rahmadani - Jumat, 17 Juli 2026 | 26

Kulit kepala bayi yang tampak bersisik, berminyak, atau berkerak kekuningan sering membuat orang tua khawatir. Kondisi ini dikenal sebagai cradle cap atau dermatitis seboroik pada bayi. Meski terlihat cukup mencolok, cradle cap umumnya tidak berbahaya dan bukan tanda kurang menjaga kebersihan bayi. Memahami penyebab, cara membersihkan yang tepat, serta langkah pencegahannya dapat membantu menjaga kulit kepala bayi tetap sehat dan nyaman.

Apa Itu Cradle Cap?

Cradle cap adalah kondisi kulit yang umum terjadi pada bayi, terutama pada usia beberapa minggu hingga beberapa bulan pertama. Gejalanya yang sering tampak berupa:

Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal berlebihan pada bayi.

Penyebab Cradle Cap pada Bayi

Hingga saat ini, penyebab pasti Cradle Cap belum diketahui sepenuhnya. Namun, beberapa faktor berikut diduga berperan dalam timbulnya Cradle Cap pada bayi, yaitu :

1. Produksi Minyak Berlebih
Kelenjar minyak pada kulit bayi dapat menjadi lebih aktif akibat pengaruh hormon dari ibu setelah lahir. Minyak berlebih ini membuat sel kulit mati menempel di kulit kepala dan membentuk kerak.

2. Jamur Alami pada Kulit
Jamur alami seperti Malassezia yang hidup di kulit manusia juga diduga dapat memicu munculnya cradle cap pada beberapa bayi.

3. Kulit Bayi yang Masih Sensitif
Kulit kepala bayi masih sangat lembut dan sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi ringan maupun penumpukan sel kulit mati.

Apakah Cradle Cap Menular?

Cradle cap tidak menular dan bukan juga disebabkan oleh alergi makanan. Kondisi ini juga bukan akibat orang tua jarang mencuci rambut bayi. Pada sebagian besar kasus, cradle cap akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Cara Membersihkan Cradle Cap dengan Aman

Membersihkan cradle cap perlu dilakukan dengan lembut agar kulit kepala bayi tidak iritasi dan lecet yang bikin bayi merasa tidak nyaman. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah:

1. Oleskan Minyak atau Baby Oil Secukupnya
Sebelum keramas, oleskan sedikit minyak khusus bayi pada area yang berkerak selama beberapa menit untuk membantu melunakkan sisik. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat menyebabkan kulit lecet.

2. Gunakan Sikat Bayi yang Lembut
Setelah kerak mulai lunak, sikat perlahan menggunakan sikat bayi berbulu halus dengan gerakan lembut. Tujuannya adalah membantu mengangkat sisik tanpa melukai kulit kepala.

3. Keramas dengan Sampo Bayi yang Lembut
Gunakan sampo bayi dengan formula ringan dan lembut untuk membersihkan minyak serta kerak yang terangkat. Pilih produk yang : 
- Tidak membuat kulit kepala kering 
- Lembut untuk kulit sensitif bayi
- Mudah dibilas
- Membantu menjaga kelembapan alami kulit kepala

4. Keringkan dengan Lembut
Setelah keramas, tepuk perlahan kepala bayi menggunakan handuk lembut hingga kering. Hindari menggaruk atau mengelupas kerak secara paksa karena dapat memicu iritasi dan infeksi.

Hal yang Sebaiknya Dihindari

Saat menangani cradle cap, hindari beberapa hal berikut : 
- Mengupas kerak dengan kuku
- Menggunakan produk dewasa pada kulit kepala bayi
- Keramas terlalu sering hingga kulit menjadi kering
- Menggunakan bahan yang terlalu keras atau mengandung parfum kuat
- Kulit bayi membutuhkan perawatan yang lembut dan minim iritasi.

Cara Mencegah Cradle Cap Kembali Muncul

Meskipun cradle cap bisa datang kembali sementara waktu, beberapa langkah berikut dapat membantu untuk mencegah dan mengurangi risikonya :

Rutin Membersihkan Kulit Kepala Bayi
Keramas secara teratur dengan sampo bayi yang lembut membantu mengurangi penumpukan minyak dan sel kulit mati.

Gunakan Produk Perawatan yang Sesuai untuk Bayi
Pilih produk khusus bayi yang diformulasikan untuk kulit sensitif dan menjaga keseimbangan kelembapan alami kulit kepala.

Hindari Produk dengan Kandungan Terlalu Keras
Produk dengan alkohol tinggi atau pewangi berlebihan dapat membuat kulit kepala bayi lebih mudah iritasi.

Jaga Kulit Kepala Tetap Bersih dan Kerin
Pastikan kulit kepala bayi dikeringkan dengan baik setelah mandi atau berkeringat.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila : 
- Cradle cap terlihat sangat merah atau meradang
- Muncul luka atau cairan
- Menyebar ke banyak bagian tubuh
- Bayi tampak tidak nyaman atau sering menggaruk
- Kondisi tidak membaik setelah perawatan rutin

Dokter dapat membantu memastikan apakah kondisi tersebut benar cradle cap atau masalah kulit lainnya seperti eksim maupun infeksi.

Cradle cap pada bayi adalah kondisi umum yang biasanya tidak berbahaya dan dapat membaik seiring waktu. Dengan perawatan yang lembut dan tepat, kerak pada kulit kepala bayi dapat dibersihkan tanpa menyebabkan iritasi. Yang terpenting, hindari mengelupas kerak secara paksa dan gunakan produk perawatan bayi yang lembut agar kulit kepala si kecil tetap sehat, bersih, dan nyaman.