Rivani Rahmadani - Jumat, 17 Juli 2026 |
23
Ruam popok adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami bayi, terutama pada bayi usia 0–2 tahun. Kondisi ini membuat kulit di area popok tampak kemerahan, iritasi, bahkan terkadang muncul bintik atau lecet yang membuat si kecil menjadi rewel karena tidak nyaman.
Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk memahami apa saja penyebab ruam popok dan bagaimana cara mengatasinya dengan aman agar kulit si kecil tetap sehat dan terlindungi.

Ruam popok adalah iritasi kulit yang muncul di area yang tertutup popok, seperti bokong, paha bagian dalam, dan area genital bayi. Kondisi ini bisa muncul secara ringan hingga cukup parah jika tidak segera ditangani.
Kulit bayi yang masih sensitif membuatnya lebih mudah mengalami iritasi, terutama jika sering terkena kelembapan dan gesekan.

1. Popok Terlalu Lama Tidak Diganti
Popok yang penuh urine atau feses dapat membuat kulit bayi lembap terlalu lama. Kondisi ini memicu iritasi dan mempercepat pertumbuhan bakteri maupun jamur.
2. Gesekan pada Kulit Bayi
Popok yang terlalu ketat atau bahan yang kurang lembut dapat menyebabkan gesekan pada kulit sensitif bayi sehingga muncul kemerahan.
3. Kulit Bayi Sensitif
Beberapa bayi memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap bahan tertentu, seperti parfum pada tisu basah, deterjen pakaian, atau bahan popok tertentu.
4. Infeksi Jamur atau Bakteri
Area popok yang hangat dan lembap menjadi tempat ideal bagi jamur berkembang. Jika ruam terlihat semakin merah dan menyebar, bisa jadi disebabkan oleh infeksi jamur.
5. Perubahan Pola Makan
Saat bayi mulai MPASI, perubahan jenis makanan dapat memengaruhi tekstur dan frekuensi BAB, sehingga meningkatkan risiko ruam popok.

Orang tua perlu waspada jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut:
Jika ruam tidak membaik dalam beberapa hari bahkan muncul luka dan demam, sebaiknya orang tua segera konsultasikan ke dokter.

Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan ruam popok pada bayi :
1. Ganti Popok Secara Rutin
Usahakan mengganti popok setiap kali basah atau setelah bayi BAB agar kulit tetap bersih dan kering.
2. Bersihkan Kulit dengan Lembut
Gunakan air hangat dan kain lembut atau tisu tanpa alkohol dan parfum. Hindari menggosok area ruam terlalu keras.
3. Biarkan Kulit “Bernapas”
Sesekali biarkan bayi tanpa popok selama beberapa menit agar area kulit terkena udara dan tidak terlalu lembap.
4. Gunakan Diapers Cream untuk Melindungi Kulit
Menggunakan diapers cream dapat membantu melindungi kulit bayi dari kelembapan berlebih dan mengurangi risiko iritasi. Untuk membantu merawat kulit bayi yang sensitif, orang tua dapat menggunakan diapers cream dari baby-dee Baby Care yang diformulasikan untuk membantu menjaga kelembapan alami kulit sekaligus memberikan perlindungankulit si kecil pada area popok. Diapers cream dapat digunakan secara rutin setiap selesai membersihkan area popok agar kulit bayi tetap nyaman dan terlindungi sepanjang hari.
5. Pilih Popok yang Nyaman
Gunakan popok dengan ukuran yang sesuai dengan berat badan si kecil jangan terlalu longgar ataupun terlalu ketat dan memiliki daya serap baik agar kulit bayi tetap kering.
